JASHFEST 2019

Join Our Exhibitor

Mari bergabung bersama kami di pameran Jakarta Syariah Halal Festival 2019

Download Saleskit Exhibitor JASHFEST 2019 di bawah ini
Untuk informasi dan/atau keikutsertaan dapat mengisi form pendaftaran online

Contact Person :
+62858 1991 1102 (Makmur)
+62812 8861 7577, +62817 4975 311 (Mattz)
+62812 9107 0399 (Yudi)
Email Event: jashfest.confex@gmail.com

<We_can_help/>

What are you looking for?

>Articles posted by jashfest

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai bahwa perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cenderung berjalan di tempat. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global mengingat populasi muslim yang mencapai 85 persen dari total penduduk Indonesia. “Tapi kenapa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, perkembangan (perbankan) syariah seolah-olah berjalan di tempat?,” kata Bambang saat menyampaikan sambutan dalam High Level Discussion Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (25/7/2018). Bambang menambahkan, hal itu tercermin dari kondisi ekonomi syariah Indonesia yang masih tertinggal cukup jauh dari Malaysia.

Adapun kini aset perbankan syariah Indonesia hanya mencapai lima persen sedangkan Malaysia sudah sampai level 20 persen. “Ada suatu periode di mana sulit sekali aset dari perbankan syariah melewati 5 persen dan jika dibandingkan aset perbankan syariah Malaysia yang sudah 20 persen. Secara presentase kita jauh di bawah,” imbuh Bambang. Menurut Bambang, saat ini industri perbankan dan sektor riil syariah tak terafiliasi dengan baik. Hal ini membuat perbankan syariah sulit untuk berkembang. “Kita harapkan pasti (perbankan syariah) akan bersentuhan dengan sektor riil, karena sektor riil yang membutuhkan pembiayaan. Sebab tidak ada perbankan kalau tidak ada yang membutuhkan (pembiayaan),” pungkasnya.

Sumber:  https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/25/170000126/bappenas–perkembangan-ekonomi-syariah-indonesia-jalan-di-tempat.
Penulis : Ridwan Aji Pitoko
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai bahwa perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cenderung berjalan di tempat. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global mengingat populasi muslim yang mencapai 85 persen dari total penduduk Indonesia. "Tapi kenapa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, perkembangan (perbankan) syariah seolah-olah berjalan di tempat?," kata Bambang saat menyampaikan sambutan dalam High Level Discussion Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia, di

Siapa bilang Indonesia tidak bisa dibanggakan? Negara tercinta kita ini telah melahirkan putra-putri bangsa yang menjadi ahli dalam berbagai bidang lho, Quipperian! Berbagai prestasi diraih oleh banyak putra-putri bangsa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Tidak terkecuali dalam ranah Keuangan dan Ekonomi Syariah, Indonesia menjadi 10 besar dengan pertumbuhan Ekonomi Syariah terbaik di dunia! Di Indonesia, perkembangan Ekonomi Syariah memang telah mengalami kemajuan yang pesat, Quipperian. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak, menjadikan perkembangan yang sangat pesat di bidang ini.

Salah satu tolok ukur dari keberhasilan sebuah kesungguhan adalah penghargaan dan pengakuan. Seperti keberhasilan Provinsi NTB yang menyabet penghargaan bergengsi di gelaran World Halal Tourism 2016. Apa yang menarik di pulau yang telah menyandang sebutan ‘Pulau Seribu Masjid’ ini? Lombok Gencar Jaminkan ‘Kehalalan’ dari Tempat Liburnya 3 dari 12 nominasi di ajang World Halal Tourism Award 2016 diraih Indonesia dan disabet habis oleh Provinsi NTB. Sebuah prestasi membanggakan yang tak hanya untuk masyarakat Lombok dan jajaran pemerintahannya, tetapi juga bagi kita sebagai